Minggu, 22 Januari 2012

Palsu

Bintang malam hari menari-nari
seakan tak tahu ada aku yang tengah menangis
Bulan tetap tersenyum menatap mereka
bagaikan aku tak ada di dunia ini

Malam berganti siang
Bulan pun pergi bersama para bintang, bergantikan matahari
Tapi..
Aku tetap disini, merenung merana sepi

Kutengok pada awan-awan yang bergandengan tangan
tampak riang gembira
Seulas senyum palsu ini berkibar

Jatuh lagi..
Air mata itu kini jatuh lagi
Tak berdaya, aku hanya dapat diam
menanti badai dalam jiwa ini berhenti
menanti seseorang kan datang menggantikan bunga yang layu

Sesak dan gelisah, pikiran mengacaukan hari-hariku
Kebahagiaan itu lenyap, berganti dengan bahagia palsu
Tawa itu usai, berganti dengan tawa palsu
Ceria itu tlah berganti menjadi kemurungan..

Tuhan, bantu aku
bantu aku.. melewati kekejaman hidup ini

23/01/2012 14:24 PM Nizmaya P Melati

Tangan Hampa

Waktu panjang pun tlah terlewati
titihan sepi tlah kujalani
telaga air mata tlah kering kerontang

Wahai sunyi  malam, dapatkah engkau merengkuh jiwa ini?
bisakah kau memanjangkan batas waktuku?
yang nyaris usai dengan keputusasaan

Tuhan...
Hampa hati ini, meski angin berhembus kencang
Kosong tangan ini, meski senyum dan tawa berderai

Kepalsuan terulas dalam ukiran wajah ini
Kekakuan kokoh terbangunkan tembok
disembunyikan hamparan senyum kepedihan

Akankah suatu hari datang dirinya yang lain?
Adakah jiwa yang lain bisa merengkuh kesedihan ini?
Satu kata buatku tersadar...
jiwa itu tlah hilang
raga itu tlah lenyap
mata itu tlah redup
Tak ada secercah cahaya hadir dalam kehidupan

Kini hanya tinggal..
kenangan

23/01/2011 Nizmaya P Melati

Senin, 07 November 2011

Sendiri

Apakah ini namanya kelam?
Apakah ini namanya perih?
Tanpa sosok seseorang dihati...

Apakah tanda aku patah hati?
Apakah rasa hampa menerpa?
Tanpa ada yang warnai hidupku..

Senyum palsu mengembang,
jalani hari penuh penyesalan
Tawa sedih berkata,
tutupi tangis dalam jiwa

Kala diam sendiri,
rintik membasahi kedua pipi
Teringat hal yang dulu,
kesalahan dan penyesalan

Tangis..
Teriak..
Tak terdengar seantero orang

Tatap wajahmu dalam bingkai,
tertawa bahagia dulu kala
Tetes air itu jatuh kembali,
membisu....

Kini aku sadari, perasaan itu begitu dalam
hingga aku tak dapat melupakan kenangan dan dirimu
Kini yang kutahu, penyesalan itu berlari senang memutari
ruang waktuku

Tuhan, andai aku bisa kembali ke saat dahulu
aku ingin membenahi luka itu

Tuhan, hanya satu pintaku...
Jagalah ia saat diri ini jauh, jagalah ia saat diri ini membisu

Karena aku sendiri, tanpa dirimu..
Oh kekasih

Tanpa Kamu

Menunggu bukanlah hal yang paling indah
Membuatku bosan akan segala yang ada
Aku hanyalah, manusia biasa
Kesedihan pun tampak di wajah

Tanpamu, ku tersiksa
Tanpamu, aku merana
Tanpamu, dunia hampa
Tanpamu, begitu kelam

Aku hanyalah diriku
Berusaha tegar hadapi semua...
Meski aku tau kini, lemah menghampiri diri
Aku takkan sesali, segala yang pernah terjadi

Ku tahu, engkau kini berbeda
Matamu tak nampak sirna cerah dihati
Senyummu kelam terpenjara di lautan
Wajahmu sembunyikan khayalan

Tanpamu, ku sendiri lagi
Tanpamu, aku menangis lagi
Aku wanita biasa, tegar tanpa sisi karang

Tanpaku, kau kan baik saja
Tanpaku, kau takkan derita
Tanpaku, kau takkan pernah rasakan sesuatu yang salah

Aku rindukan dirimu, yang selalu disampingku
Aku inginkan dirimu yang dulu pernah ada
Mungkinkah ini khayalanku?
Mungkinkah ini mimpiku?

Kau berubah, kau menjauh dan pergi tanpa alasan pasti
Kembalilah padaku
Maafkan semua kesalahanku, kutau ku terluka
tapi ku tak bisa berkata

Ingin kuputar waktu, agar bisa berlama denganmu
Canda, tawa bahagia bersamamu dulu
Sekarang kuhanya meratapi
semua kesalahan ini
Aku tau, ini tak berguna tapi apa daya aku......

Tanpamu......